
Foto: Wakil Rektor III Bidang Riset, Direktur DRPM, Dekan Fakultas Farmasi, dan peserta Compliance Forum 2026 BPOM berfoto bersama usai kegiatan yang membahas strategi hilirisasi riset, registrasi produk, dan penguatan kolaborasi melalui program BRIDGE.
Universitas Bhakti Kencana (UBK) turut berpartisipasi secara aktif dalam Compliance Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM RI pada tanggal 2 Juni 2026 di Jakarta. Kegiatan ini dihadiri secara luring oleh perwakilan UBK yang terdiri atas Wakil Rektor III Bidang Riset, Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), serta Dekan Fakultas Farmasi. Forum ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan regulator, akademisi, lembaga penelitian, dan pelaku industri untuk membahas penguatan ekosistem pengembangan obat bahan alam Indonesia, mulai dari tahap penelitian, standardisasi bahan baku, uji praklinik, uji klinik, registrasi hingga komersialisasi produk. Dalam forum tersebut, BPOM memaparkan berbagai regulasi terkini terkait pengembangan Obat Herbal Terstandar (OHT) dan Fitofarmaka, termasuk implementasi PerBPOM Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pedoman Uji Toksisitas Praklinik, PerBPOM Nomor 20 Tahun 2023 tentang Pedoman Uji Farmakodinamik Praklinik Obat Tradisional, serta PerBPOM Nomor 8 Tahun 2024 tentang Tata Laksana Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik. BPOM juga menekankan pentingnya perencanaan penelitian yang sesuai dengan kebutuhan regulatori sejak tahap awal agar hasil penelitian dapat digunakan sebagai data pendukung registrasi dan perizinan produk.
Salah satu agenda penting yang diperkenalkan dalam forum ini adalah program BRIDGE (Bersinergi dalam Riset Inovatif BerDaya Saing Global dan Ekspansi Pasar) yang dikembangkan BPOM sebagai sarana mempertemukan peneliti dan pelaku industri dalam rangka mempercepat hilirisasi hasil riset menjadi produk yang siap diproduksi dan dipasarkan. Program ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan yang selama ini terjadi antara hasil penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Bagi UBK, program BRIDGE membuka peluang yang sangat besar untuk mempercepat hilirisasi berbagai hasil riset unggulan, khususnya pengembangan produk herbal berbasis kunyit (Curcuma longa) dan pegagan (Centella asiatica) yang saat ini telah memasuki tahap pengembangan prototipe dan diarahkan menuju OHT maupun Fitofarmaka. Kehadiran UBK dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk memperkuat budaya riset yang berdampak, meningkatkan kolaborasi dengan regulator dan industri, serta mendorong pemanfaatan hasil penelitian agar memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat, penguatan inovasi nasional, dan kemandirian industri obat bahan alam Indonesia.